Ditulis oleh : Cucu Sudiana Juni 2018 Debur ombak menemani senjaku, kopi ditanganku menjadi teman setia di waktu luang. Aku masih bertahan dengan pekerjaanku sekarang, bekerja di tanah rantau, jauh dari kampung halaman. Entah kenapa kopi kali ini sedikit hambar, ada rasa pahit yang pudar, aku merindukan rumah. Ada kebimbangan saat waktu itu aku meminta izin untuk bekerja di perusahaan pengolahan ikan di negara Amerika Serikat, orang tuaku sempat shock mendengar kata "luar negeri", namun pada saat itu aku bersikukuh untuk pergi dikarenakan di daerah sendiri aku malah menjadi pengangguran yang tidak potensial, aku ditolak beberapa perusahaan, hanya karena satu alasan "buta warna". Pikiranku melayang saat aku dulu baru lulus SMK, ditawari bekerja di perusahaan pengolahan insektisida, terjadi kecerobohan kerja oleh karyawan lain sehingga aku terpapar karbon disulfida, beruntung aku tidak mengalami kebutaan, namun takdir yang harus aku tanggung, aku sulit m...