Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Misteri Drama

MATA-MATA KECIL (PART 3/END)

“Hanna..! Yohanna..! Cepetan bangun…! Kamu harus temenin aku!” Hanna mengucek matanya, pandangannya yang masih buram perlahan-lahan kembali jelas, ditangkapnya raut wajahnya yang pucat pasi. “Udah waktunya ya?” Hanna yang sudah menyanggupi permintaan temannya itu segera merapikan diri. Sapu usang dan perlengkapan lainnya yang mungkin dibutuhkan sudah lengkap dibawa. Perjalanan dari rumah Vallen menuju kampus terasa jauh dan lama, jalanan yang lengang menimbulakn suasana yang tidak mengenakan. “Kamu yakin Len? Sudah nyiapin mental kamu?” Bunyi hembusan yang cukup keras terdengar. “Aku siap dengan semua risiko yang mungkin datang..” “Baguslah kalo begitu..” Pintu gerbang kampus itu terlihat, cukup berjalan beberapa menit saja mereka berdua telah sampai di ruang UKM Teater. Ruangan itu tidak tampak seperti biasanya, base camp yang membesarkan nama mereka di kampus kini menyimpan beribu pertanyaan. “KLIK..!” Pintu ruangan itu terbuka, lampu terang yang menyinari selu...

MATA - MATA KECIL (BAGIAN 2)

Sejak kejadian itu Valen kembali menjalani aktivitas seperti biasanya, kejadian-kejadian ganjil kini pergi entah kemana. Kepingan DVD yang ia temukan masih tersimpan di dalam kamarnya, namun tak berani lagi ia memutar video misterius itu. Hal itu tentu saja membuat hari-hari yang dilalui Valen sangat tenang, ia bernapas seperti sedia kalanya. Terik mentari di siang itu sepertinya terlalu panas untuk kulit lengan Valen yang saat itu tengah menuju ruang latihan teater. “Panas sekali” Keluh Valen sembari mengusap lengan dengan telapak tangannya. Hari itu hari Minggu di pertengahan Januari. “Valen!!” Seseorang dengan pita merah di belakang kepalanya menyapa keras-keras. “Ya ampun, badan kamu kecil tapi suara kamu kenceng juga ya!!” “Jhaha..Masalah buat loe??” “Tentu ajah masalah besar, kuping aku lama-lama bisa jebol tau!!” “Hush jangan bicara sembarangan, nanti didengar Tuhan” “Ooppzz…becanda denk!!hehe” “Nich!!” Sekaleng soda Hanna tawarkan. Rasanya minuman i...

SALAH SIAPA?

“Diam…!!!” Lelaki itu membanting pintu dan mengeraskan suaranya kearah perempuan yang terdiam diatas lantai dengan mata sembab dan pipi yang basah. Kejadian seperti ini sudah berulang kali aku lihat, rasanya kehadiranku sebagai anak dari buah cinta mereka tak ayalnya seperti jiwa-jiwa yang lain tanpa rasa yang timbul dari hati nurani mereka. Aku masih tak mengerti dengan pertengkaran yang terjadi di depan mataku, dengan usiaku yang masih sangat dini untuk mengerti dan memahami permasalahan orang dewasa. “Sudah saya bilang, kamu itu perempuan yang tidak berguna dan tidak bisa apa-apa!!” Lelaki yang sebenarnya adalah ayah kandungku sendiri yang tak pernah memperhatikan aku bahkan memberi aku sapaan hangat ketika pulang sekolah memalingkan muka di depan ibuku dan beranjak pergi dari ruangan yang sesak dan penuh keraguan bagiku. Pernikahan orang tuaku adalah pernikahan tanpa restu. Tak ada cinta diantara mereka dan tak ada sepatah kata pun pernyataan sayang yang terlonta...

MATA - MATA KECIL

By: Cucu Sudiana Akhir pekan di musim kemarau yang cukup panjang memanjakan matahari untuk memancarkan sinar semaunya, tak peduli akan rintihan para pejalan kaki yang berkeluh kesah mengutarakan protes kecilnya mengenai perubahan iklim yang belakangan ini semakin menyiksa maupun rengekan dedaunan yang makin hari makin rontok. Gedung yang berada di tengah Universitas Siliwangi yang biasa disebut Mandala itu menggema oleh suara lengkingan, pembaca syair-syair zaman dahulu dengan tatapan mata yang kosong. Gadis-gadis yang berpakaian gothic, mengepalkan tangannya, rasa gemetar menelusuri tubuh-tubuh mereka. Berjalan sempoyongan tanpa arah, sesekali ada yang jatuh dan terkapar di lantai. Sungguh pemandangan yang memilukan, pengilustrasian umat manusia di atas derita. Sebuah tepukan dari pria berjubah hitam dengan kain batik Solo yang diikatkan pada kepalanya menghentikan aksi anak-anak teater. “Ok!! Semua bagus, penghayatan cukup maksimal dan latihan sekarang cukup sampai disini, ja...