Skip to main content

Posts

PUISI ULANG TAHUN

+ 1 Penulis          : Cucu Sudiana Kulihat bayangku di cermin.. Paras-paras remajaku kian melekat.. Mengucapkan satu kata yang telah ku tunggu.. Dalam usiaku kurasa aku kini berbeda.. Peri-peri mulai membicarakan perubahanku.. Yang menemani dan memperhatikanku.. Kado-kado kecil di sudut mata menantiku.. Menyiratkan salam sejahtera.. “Happy Birthday untukku..”

TITIK AIR

TITIK AIR Kusaksikan titik air yang berkejaran di dinding tembus pandang ini Aku pun ikut menerawang dengan saksian itu Dan titik itulah yang selalu membuatku merindu setitik kehangatan setiap kali ia berdetak pertanda! Dari arah berlawanan terhantam belalakan energi pijar yang menguasai medan! Tak bisa kubayangkan derita sepucuk daun yang ada  di seberang sana Mungkin ia kedinginan, kesepian, atau malah mereka berhisteria mencari pertolongan Pikirku yang berhisteria hanyalah peri yang terbang meski tidak sempurna dengan hanya punya satu sayap Adakah itu suatu ketimpangan yang membaur dan bercampur dengan air hujan yang menyerang mereka? Seketika ketimpangan itu merupakan rintangan berbuah merayakan Apa yang mesti dibanggakan dari sebuah ketimpangan? Bukankah itu hasil dari proses ketidakseimbangan? Ketimpangan tak’kan berarti ketidakseimbangan, tapi bagian dari rintangan! Lantas apakah yangharus kita perbuat? Ketika kubaca makna dari semua itu membuat...

Sang Penerang Sang Pembawa Nestapa

Sang Penerang Sang Pembawa Nestapa Karya : Cucu Sudiana Terang di atas bumi yang mewarnai dedaunan nampak seperti tangan halus bayi yang mengayun perlahan Entah kenapa suram yang kutemukan di dalam kamarku menjebak aku dalam gelap tak bermata Siklus global warming yang terus kuingat sampai melekat kuat di genggamanku ingin terus aku tiup Lampu-lampu putih yang cahayanya berbaur dengan sinar matahari seakan menyadarkanku Berapa banyak nyawa manusia kubuang, berapa banyak pula burung-burung terbakar lewat ujung sayapnya?? Sungguh menakutkan, aroma tragis terus-terusan memburu dan menjahit kedua telingaku dengan jarum yang tumpul dan berkarat Ini bukan kesalahanku!! Susunan tanah merah yang terbakar lewat suhu ratusan derajat itu dan balutan semen yang terasa halus dan tiba-tiba mengeras jika diterpa air menghalangi pandanganku Tak mampulah aku melihat sejuknya sang penerang naturalis Tak mampu pula kukecup tangisannya Malangnya aku.. Yang harus mendekam di kam...

Lirik Noah - Separuh Aku

Noah - Separuh Aku Intro Uuuu…uuuuuu…… aaaaaaa………. Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu Aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia Reff: Dengar laraku…. suara hati ini memanggil namamu Kar’na separuh aku dirimu Int Uuuuu…..uuuuuu………aaaaaaa………. Ku ada disini  pahamilah kau tak pernah sendiri Kar’na aku s’lalu didekatmu saat engkau terjatuh Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu Aku ingin kau pahami cintaku bukanlah dia Reff: Dengar laraku…. suara hati ini memanggil namamu Kar’na separuh aku dirimu…huuu…wooo….aaaahhaaa..woooo Dengar laraku…. Suara hati ini memanggil namamu Kar’na separuh aku menyentuh laramu Semua lukamu t’lah menjadi lirihku Kar’na separuh aku dirimu..

"KOSONG"

Kosong Karya   : Cucu Sudiana, S.Pd 22 Juli 2012 Hal ini telah merenggut sebagian dari nyawaku Hidup atas kehendak sendiri, orang-orang tak memandangku Jika aku dapat berandai-andai maka aku ingin sekali menjadi bagian dari mereka Berembug dan saling bertukar pendapat mengenai kondisi kehidupan saat ini Dua puluh empat jam yang kulalui bagaikan dua kali lipat dari perhitungan waktu nyata Membosankan!! Menjemukan!! Apakah tiada cerita indah yang mampu kuteguk melalui rahangku yang kering Tuhan?? Jasadku lemah, langkahku tak sepadan, rongga dadaku separuhnya hilang lalu terisi dengan kekosongan.. Yang dapat kulakukan hanyalah menghitung waktu dan mengkalkulasikannya dengan cermat.. Dengan hampa kuterbangkan angan-angan yang mulai mencuat diatas pikiranku Kurelakan mereka sirna ditelan waktu lalu dienyahkan oleh dingin malam..

7 Unsur Budaya Desa Golat Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

Karakteristik budaya (meliputi tujuh unsur kebudayaan) masyarakat di Dusun Golat Tonggoh, Desa Golat, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Dalam ilmu sosiologi, dimanapun kita berada, baik itu di lingkungan rumah maupun ketika kita melakukan kunjungan ke luar daerah, ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri, kita akan selalu menemukan tujuh unsur  ke budaya an   dalam masyarakat. Ketujuh hal ini, oleh Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Catagories of Culture   (dalam Gazalba, 1989: 10), disebut sebagai   tujuh unsur kebudayaan   yang bersifat universal ( cultural universals ). Artinya, ketujuh unsur ini akan selalu kita temukan dalam setiap kebudayaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini merupakan perwujudan   usaha   manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara eksistensi diri dan kelompoknya. Adapun yang menjadi karakteristik budaya di Dusun Golat Tonggoh adalah sebagai berikut : (1) Sistem religi dan ...

__++**RRR**++__

Penulis              : Cucu Sudiana Tgl Penulisan       : Mei 2012 Daun kering yang terhampar begitu banyaknya tersapu oleh jejak angin yang mengintai ruang-ruang kosong di hadapan kerikil yang membisu. Suasana yang lengang menyihir pikiran untuk diam sejenak di kursi kayu yang tertanam di bawah pohon yang daunnya terus menggerutu karena udara yang tak mau diam. “Ssrk… ssrk…!” Terdengar gerak langkah yang menginjak dedaunan tak bernyawa, semakin dekat dan semakin jelas dua bola matanya menatap halaman kecil itu. “Aah.. pendinginan otak sambil memejamkan mata sejenak!” Mata ngantuk itu tertutup, kepalanya bertumpu pada kedua tangan yang disilangkan, setumpuk tugas sejenak ia palingkan dari otaknya. “Sudah kubilang, kemarin aku ada urusan lain!!” “Udah jangan banyak alesan, aku tahu itu cuma mengada-ada!! Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu jalan sama orang lain di mall, waktu...