Skip to main content

MASA LALU

Masa Lalu
23 Agustus 2013

Malam..
Dibalik kesunyianmu yang mencekam aku dapat bermain-main dengan pikiranku sendiri
Berkhayal hingga ribuan mill dari pikiranku
Menembus rentang waktu yang berlalu dan tanpa tersadari mereka semakin menjauh

Ada dua jenis masa lalu
Yang pertama yang ingin selalu kita ingat
Dan yang kedua yang selalu ingin kita lupakan
Namun terkadang yang selalu ingin kita lupakanlah yang selalu kita ingat
Sungguh aneh!

Hei Malam..!!
Tak bisakah kau membangitkan memori indah setiap orang untuk sama-sama kita nikmati?

Sehingga aku tak akan bosan

Comments

Popular posts from this blog

7 Unsur Budaya Desa Golat Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis

Karakteristik budaya (meliputi tujuh unsur kebudayaan) masyarakat di Dusun Golat Tonggoh, Desa Golat, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Dalam ilmu sosiologi, dimanapun kita berada, baik itu di lingkungan rumah maupun ketika kita melakukan kunjungan ke luar daerah, ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri, kita akan selalu menemukan tujuh unsur  ke budaya an   dalam masyarakat. Ketujuh hal ini, oleh Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Catagories of Culture   (dalam Gazalba, 1989: 10), disebut sebagai   tujuh unsur kebudayaan   yang bersifat universal ( cultural universals ). Artinya, ketujuh unsur ini akan selalu kita temukan dalam setiap kebudayaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini merupakan perwujudan   usaha   manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara eksistensi diri dan kelompoknya. Adapun yang menjadi karakteristik budaya di Dusun Golat Tonggoh adalah sebagai berikut : (1) Sistem religi dan ...

Chord Lagu Demi Tuhan Aku Ikhlas - Armada feat Ifan Seventeen

Intro : G – Cm – G              G Demi Tuhan         C                            G        C Sungguh berat aku lalui                   G            C                       Bm Tanpa kamu bersama denganmu                       C                     G Sungguh sulit ku menolak       ...

Ini Cinta Bukan yang Lainnya

“Ini tak seharusnya terjadi!!” Aku melemparkan sebuah kertas lipatan yang terselip di dalam coklat yang aku terima dari seorang lelaki berkacamata. Lelaki yang selama kurang dari dua minggu rajin sekali memberikan aku coklat dengan suratnya yang terkesan terlalu berlebihan. Mungkin layak untuk dibilang bahwa situasi seperti ini mirip dengan cerita cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah kenapa aku tidak begitu tertarik dengan orang yang perhatian denganku kali ini, hanya saja aku terlalu risih dengan caranya memberikan perhatian kecil yang selalu blak-blakan bicara dengan santri mengenai perasaanya. Bukannya aku malah senang, tapi seharusnya ia lebih tahu akan keberadaanku disini, di lingkungan pesantren yang penuh dengan 1001 aturan. Aku tak mau jika harus mengalami kasus-kasus seperti temanku, yang banyak dipanggil orang tuanya karena ketahuan surat-suratan dari santri ke santri. Jika ini...